Minggu, 20 Juni 2010

Gedung bikin bingung..



Sejak mulai sibuk nyiapin ini-itu yang berbau per-wedding-an, kayaknya hari minggu enggak lagi bisa jadi hari saya buat berleyah-leyeh di rumah. Addaaaa aja yang musti dikerjain. Salah satunya adalah survei, sodara-sodara. Yang menyebalkan, hampir dipastiin, segala survei atau preparation di hari minggu enggak bakal bisa saya lakukan bareng Dodo. Secara..hari libur Dodo so far masih week day, dan itu bener-bener bikin saya harus ngehandle dulu semuanya sendiri, atau dibantu Sizzy Chacha yang (semoga) bakal siap sedia nganter saya ke mana-mana.. :-)

One thing about venue..sebenernya saya dan keluarga masih nyoba nyatuin suara (halah :-p). Detailnya kayak apa, ga perlu lah yaa saya ceritain de sini..hehe.. Intinya sih kita beda pendapat tentang venue dan lagi usaha nyari jalan tengah dari perbedaan itu. Perbedaan pendapat ini juga ga bikin saya dan keluarga ngotot-ngototan ko. Yang ada kita malah giat nyiapin versi masing-masing, jadi begitu siap nanti bisa diliat mana yang (insya Allah) sesuai buat pernikahan saya.

That's why..setelah sebelomnya browsing sana-sini dan tanya ini-itu lewat pihak ketiga, kali ini saya ngerasa perlu terjun langsung ke lapangan dan do something secepatnya.. (semangattt!!!) Akhirnya, setelah sukses merangin rasa males yang teramat sangat (sounds so lebay, huh.. :-p), kemarin saya mulai negdatengin salah satu gedung yang sudah lama saya incer. Nama gedungnya Gedung Sudirman. Tempatnya ada di dalam Kompleks Pusdik Armed. Gedung ini jaraknya paling deket dari rumah saya. Harganya juga (berdasarkan hasil browsing) sepertinya paling murah dari gedung-gedung inceran saya yang lain.. ;-) Maksud hati ketemu langsung sama pengurusnya buat konfirmasi harga dan ngecek tanggal yang kosong, hari itu ternyata sang pengurus ga ada di tempat. Tapi, bapak tentara yang lagi jaga waktu itu, ngasi saya izin buat masuk dan ngeliat-liat venuenya. Kebetulan waktu itu gedungnya baru banget beres dipake nikahan juga. Saya juga masih bisa ngeliat pelaminan dan beberapa meja stand yang memang belom sempet diberesin. Gedungnya lumayan luas juga ternyata. Dengan harga sewa 4 juta (include 100 kursi plus sound system) sebanding lah sama dan kondisi gedungnya yang representatif.

Saya pikir, okelah. Saya bisa mangkas budget venue kalo milih tempat ini. Tempatnya cukup luas, lingkungan sekitarnya bersih (mungkin karena ada di lingkungan asrama tentara kali ya) harga lumayan murah dibanding gedung-gedung lain, lokasi juga cukup strategis untuk undangan dari rumah atopun kantor. Pikir saya, lumayan recommended untuk ukuran pesta sederhana.. :-)

Taaaaapiiii..sesampenya di rumah..saya baru ngeh tentang satu hal. Bapak saya yang anggota polisi sedikit banyak bakal undang temen-temennya yang juga anggota polisi. Isn't it something awkward. Dan setelah saya sampein rekomendasi saya soal Gedung Sudirman tadi, bener aja bapak pun aga mesam-mesem dengernya. Dari jawaban bapak..saya nangkepnya sih, how ironic..anak polisi menikah di gedung yang letaknya ada di asrama Armed. Hmmmmm..tampak harus nyari venue laen nih.. :-p

Dari situ saya mikir-mikir lagi..kira-kira gedung mana yang "netral", sesuai konsep acara saya yang sederhana, dan yang pasti sesuai dengan budget juga. Dari situ saya juga harus rela ngeblacklist beberapa gedung inceran yang memang dikhawatirin bakal nimbullin sentimen profesi buat tamu undangan dan empunya venue.

Haduuu..bingung lagi dah... :-|

Senin, 14 Juni 2010

Bismillahirrahmanirahim.. we're on it, we can make it!!! :-)


Heeeeeeiiii..long time no see.. Tau-tau blogging lagi setelah due date pernikahan saya & Dodo makin deket aja niiih..hehe.. :-) Tapi maaf..saya belum berani menyebut tanggal dan bulannya.. Yang jelas saya dan Dodo sudah menemukan tanggal yang tepat untuk hari H dan insya Allah sekarang tinggal berjuang melengkapi segala persiapannya. Doakan kami terus yaaa..

Oya, kakaknya Dodo (Teh Ari) yang semula akan menikah awal tahun ini, karena satu dan lain hal terpaksa harus mengulur waktu pernikahannya. Akhirnya, pernikahannya pun baru bisa diselenggarakan 6 Juni lalu, yang alhamdulillah berjalan lancar. Itulah kenapa baru saat ini saya & Dodo berani menyibukkan diri dan berkonsentrasi penuh pada pernikahan kami. Maklum saja, bulan-bulan kemarin, keluarga Dodo khususnya, sangat disibukkan dengan pernikahan Teh Ari yang memang di-arrange sendiri oleh keluarga. Selama masa itu, saya & Dodo tentu tidak mau menjadi pengalih perhatian. Biarkan satu per satu hari besar selesai dulu, barulah kami menyibukkan diri dalam persiapan pernikahan kami yang sedikit banyak juga akan menyita perhatian keluarga Dodo, dan keluarga saya tentunya..ehehe... :-)

Dan sekarang, setelah saya & Dodo bisa mulai sibuk terjun langsung mengurus semua persiapan, mendiskusikan apa maunya kami, mengalkulasi semua biaya, kami pun bisa merasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman kami yang sudah menikah lebih dulu.. :-) Ketegangan demi ketegangan menjelang pernikahan perlahan mulai terasa. Menyatukan isi dari banyak kepala, mencari jalan tengah dari setiap perbedaan pendapat, baik dari saya, Dodo, orang tua, maupun calon mertua saya, ternyata memang tidak gampang. Tapi bagaimanapun sulitnya, kita harus bisa melewati ini semua. Karena inilah tantangannya, bukan?

Di saat semua terasa berat bagi saya, Dodo pun mengingatkan saya satu hal. When there's a will, there's a way. Ya..sudah sekian lama kami memendam keinginan untuk menikah. Rintangan demi rintangan telah kami lewati. Tantangan yang paling berat adalah perjanjian kantor yang tidak membolehkan saya menikah sebelum saya genap dua tahun sebagai pegawai tetap. Perjanjian itu akan berakhir Desember tahun ini. Insya Allah..inilah a way yang dimaksud. Insya Allah..inilah waktu yang tepat menurut Allah, untuk kami melangsungkan pernikahan setelah hampir lima tahun saling mengenal satu sama lain.

Kami sangat yakin bahwa ada hikmah di balik rintangan demi rintangan yang telah kami lewati. Saya dan Dodo bisa lebih menyiapkan mental kami berdua, tidak perlu melangkahi dua kakak perempuan Dodo yang semula merelakan kami menikah terlebih dahulu, dan yang pasti menyiapkan kemapanan untuk hidup kami yang baru. Insya Allah.. :-)

Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah meridai dan melancarkan segala usaha kami.

Amiiiiin....


P.S. Thanks to my only brother..who's very supportive for letting me have this one step forward (than he has) in a stage called marriage. Your support and prayers mean a whole world for me. I love you!!! :-) *hugs & kisses*